Terorisme Muncul Karena Salah Memahami al-Qur’an dan Hadis
|
Beberapa hari lalu, kita kembali dihebohkan oleh aksi
kriminal berupa teror di Surabaya dengan melakukan peledakan bom bunuh diri
pada beberapa gereja. Aksi tersebut dilakukan oleh oknum yang mengatas
namakan Islam dengan tujuan jihad.
Apa yang mereka lakukan adalah hasil dari kesalahan
besar dalam memahami teks agama. Mereka memahami bahwa setiap non -muslim dan
orang-orang yang berbeda ideologi dengan mereka sesat dan wajib dibunuh.
Betul dalam al-Quran disebutkan ayat perintah untuk memerangi orang kafir dan
munafik, sebagaimana firman-Nya:
ياأيهاالنبي جاهد الكفار والمنافقين واغلظ عليهم ومأواهم جهنم
وبئس المصير
Artinya:
Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang
munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka
Jahannam dan itu seburuk-buruk tempat kembali. (Q.S Al-Tahrim [66]:9).
Ali Mustafa Yaqub, ahli hadis Indonesia, dalam
bukunya Islam Between War and Peace menjelaskan, Jika seseorang
hanya memahami ayat jihad di atas secara lafdzi (tekstual) tanpa
mempertimbangkan kondisi sosial, lalu diterapkan dalam kehidupan masyarakat
yang damai, maka dia akan menjadi kaum ekstrim dan teroris.
Sebagaimana diketahui, di dalam al-Quran selain terdapat
banyak ayat yang berbicara tentang jihad, ia juga banyak berbicara tentang
perdamaian antar sesama manusia. Seperti firman-Nya.
لَّا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُقَٰتِلُوكُمۡ
فِي ٱلدِّينِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوٓاْ
إِلَيۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ
Artinya:
“Allah
tidak melarangmu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang
yang tidak memerangimu karena agama dan tidak pula mengusirmu dalam negerimu,
karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS.
Al-Mumtahanah:8).
Melihat dua ayat di atas secara zahir ia saling
berentangan dimana ayat pertama memerintahkan untuk berjihad memerangi orang
non muslim dan munafik, sedangkan ayat berikutnya menerangkan tentang tidak
adanya larangan untuk berbuat baik dan adil kepada non muslim dalam kondisi
damai.
Dalam kaidah tafsir disebutkan, tidak ada ayat al-Quran
yang saling bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Bila ada hasil
nalar seseorang yang menyatakan adanya pertentangan antar ayat al-Quran, maka
sejatinya dia belum menemukan kebenaran dalam pemahamannya.
Dalam memahami kedua ayat di atas tentu harus memahami
konteks turunnya ayat tersebut terlebih dahulu, baik konteks mikro maupun
makro. Perintah Allah untuk memerangi orang kafir dan munafik di atas berlaku
tatkala dalam kondisi peperangan tidak dalam kondisi damai, begitu pula ayat
selanjutnya, kebolehan berbuat baik dan adil kepada non muslim adalah dalam
kondisi damai, bukan dalam kondisi peperangan. Kedua ayat di atas harus
diletakkan pada porsinya masing-masing.
Untuk saat ini Indonesia adalah Negara yang damai,
tindakan terorisme yang dilakukan beberapa hari lalu di Surabaya, dengan
dalih jihad adalah kesalahan besar. Perbuatan tersebut bukannya mendatangkan
pahala, tetapi justru melahirkan kecaman dari Islam itu sendiri yaitu masuk
neraka, karena objek yang mereka bunuh bukanlah non-muslim yang wajib
diperangi, melainkan mereka wajib dilindungi, jiwa dan harta. Dalam hadis
disebutkan “barangsiapa yang membunuh kafir zimmi (mu’ahad) tidak akan
masuk syurga”.
Kafir zimmi adalah non muslim yang hidup berdampingan
dengan muslim tanpa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan seperti memaksa
orang Islam untuk keluat dari kampung halamannya, menghalangi mereka untuk
melaksanakan kewajiban dalam agama dan lain sebagainya. non muslim yang ada
di Indonesia saat ini tergolong kafir zimmi bukan kafir harbi (yang wajib
dibunuh).
Begitu pula ketika melihat perilaku Rasulullah SAW yang
tidak pernah melakukan penindasan, kekerasan, pembunuhan kepada orang kafir
dalam kondisi damai. Bahkan dalam peperangan sekalipun, wanita, anak-anak,
pastur, tempat ibadah seperti gereja, juga tidak boleh dibunuh dan
dihancurkan, sebagaimana disebutkan dalam hadis.
Oleh karena itu, tindakan terorisme seperti membunuh non
muslim, menghancurkan rumah ibadah bukanlah ajaran Islam, ia hanya lahir dari
kesalahpahaman seseorang terhadap agama, hati yang keras dan jiwa yang
sombong. Tindakannya tidak mendatangkan pahala melainkan kecaman dosa yang
besar.
|
Credit by : https://islami.co/terorisme-muncul-karena-salah-memahami-al-quran-dan-hadis/

Comments
Post a Comment