Ujung_Pena, Ketua STAINU Temanggung Muh. Baehaqi menegaskan bahwa kunci
kerukunan bangsa atau sebuah negara sudah dikonsep apik dalam Islam. Salah
satu konsep itu adalah humanisme dalam Islam yang sudah dikembangkan berbagai
para filsuf, ulama, kiai, dan akademisi Islam.
"Pak Baedhowi ini salah satu ikon filsuf di STAINU
Temanggung. Humanisme ini dalam ilmu mantik, manusia adalah al-insan
al-hayawanun natiq. Maka jika manusia tidak mau berpikir, bernalar, hakikatnya
adalah hewan," katanya saat menyampaikan sambutan pada bedah buku Humanisme
Islam karya Baedowi,Kamis (10/1) di aula lantai 3 STAINU Temanggung, Jawa
Tengah.
Humanisme Islam, kata dia, selalu memuliakan manusia
daripada hewan. Hal itu sudah tertulis dalam Al-Qur'an bahwa manusia itu mulia
daripada makhluk lain. "Di Indonesia selain ada humanisme Islam, humanisme
Kristen, Budha, Hindu, semua memiliki konsep humanisme," ujar doktor
jebolan UII Yogyakarta tersebut.
Dijelaskan Baehaqi, dalam ilmu syariah, ada lima pokok
humanisme. Pertama adalah hak hidup bagi semua manusia. Kedua adalah hak
beragama. Ketiga hak kepemilikan. Keempat hak profesi. Kelima hak berkeluarga.
"Semua itu jika diterapkan, maka Indonesia ini akan
cinta damai tanpa gesekan," katanya dalam pada kegiatan dalam rangka
Konferensi ke-2 LPM Grip STAINU Temanggung tersebut.
Baehaqi juga menambahkan, pluralitas keberagamaan di
Indonesia sudah dicontohkan di Kecamatan Kaloran, Temanggung yang di sana ada
berbagai macam pemeluk agama.
"Sejak beberapa tahun lalu, sudah ada umat Hindu maupun
Budha respek dengan Islam lewat KKN mahasiswa STAINU Temanggung. Awalnya yang
tidak peduli dengan Islam, sekarang sudah hormat," kata dia.
Ia mendorong, bahwa pesan humanisme dalam Islam sangat
tinggi nilainya dan menjadi kunci untuk hidup damai tanpa ekses dan gesekan
antaragama maupun antarsuku dan golongan.
Buku yang dibedah itu, merupakan terbitan Pustaka Pelajar,
Yogyakarta yang sudah terbit pada Mei 2008 silam. Buku dengan judul asli Humanisme
Islam; Kajian terhadap Pemikiran Filosofis Muhammad Arkoun ini menurut
Baehaqi, masih relevan di tengah masalah radikalisme di era kini.
Dalam kesempatan itu, hadir penulis buku Baedowi,
panelis Ketua LP3M STAINU Temanggung Moh. Syafi' dan dosen STAINU Temanggung
Nasih Muhammad, Kaprodi dan Sekprodi, dosen, mahasiswa dan sejumlah tamu
undangan.
credit : http://www.nu.or.id/post/read/101411/humanisme-islam-jadi-kunci-kerukunan-bangsa

Comments
Post a Comment