Ujung_Pena, KONSEP Wasathiyah Islam (islam
moderat) diharapkan bisa menjadi jalan tengah bagi permasalahan umat Muslim.
Perbedaan mengenai konsep dan pemahaman keagamaan sangat berbahaya bagi umat
Islam.
"Kami sangat mengharapkan
ide dan usulan terkait Wasathiyah Islam untuk peradaban dunia," kata
Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-Agama dan Peradaban
(UKP-DKAAP) Din Syamsuddin saat memberikan sambutan dalam pembukaan Konsultasi
Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendikiawan Muslim Dunia tentang Wasathiyah
Islam, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, hari ini.
Lebih lanjut, Din menyoroti dua
tantangan yang dihadapi kaum Muslim saat ini. Pertama, ada sebagian kelompok
Islam yang mempertahankan pemahaman Islam yang berbeda. Kedua, saat ini
peradaban dunia berada dalam kondisi ketidakpastian dan ketidakteraturan.
Karena itu, perlu menerapkan konsep Wasathiyah Islam dalam menghadapi
tantangan-tantangan tersebut.
Indonesia, sambung Din, sudah
menerapkan konsep Wasathiyah Islam itu sendiri. Pancasila, UUD 1945 dan
semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan wujud implementasi dari Wasathiyah
Islam. "Dan ijinkan kami berbagi pengalaman kami sendiri," tambah
Din.
Pada kesempatan yang sama, Imam Besar
dan Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb pun mengungkapkan bahwa ada
perbedaan pemahaman dalam menerapkan konsep Wasathiyah Islam. Ada kelompok yang
menerapkannya untuk hal-hal yang positif, tetapi juga ada kelompok yang
menerapkannya secara berlebihan atau biasa disebut sebagai kelompok ekstrim.
Perbedaan mengenai konsep dan
pemahaman keagamaan, sambungnya, sangat berbahaya bagi umat Islam. Pasalnya,
perbedaan tersebut dapat memecah belah sesama umat Islam itu sendiri. Padahal,
tegasnya, Islam adalah agama yang mudah dan sangat adaptif bagi pemeluknya.
Karena itu, harapnya, KTT tersebut dapat mengatasi
perbedaan pendapat dan menyatukan umat Islam. Dalam KTT tersebut juga
diharapkan ada pemahaman yang sama terhadap konsep Wasathiyah Islam itu
sendiri. "Saya berharap bahwa KTT ini dapat mengatasi perbedaan pendapat
dan menyatukan umat Islam," pungkasnya.
Credit:http://mediaindonesia.com/read/detail/158173-konsep-islam-moderat-bisa-satukan-umat-islam.html

Comments
Post a Comment