Ujung_Pena, Grand
Syekh Al-Azhar, Mesir, Ahmad Muhammad Ahmad Al-Thayyeb dan Paus Fransiskus
telah menandatangani sebuah dokumen bersejarah, yaitu 'Dokumen Persaudaraan
Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama'. Dokumen itu dideklarasikan
dalam sebuah Pertemuan Persaudaraan Manusia Manusia di Uni Emirat Arab (UEA),
Senin (4/2).
Dokumen
itu mendorong seluruh pemimpin dunia untuk bekerjasama dalam menyebarkan budaya
toleransi, mencegah pertumpahan darah, dan menghentikan peperangan. Dalam
dokumen itu juga tercantum kecaman terhadap pihak-pihak yang menggunakan nama
Tuhan untuk membenarkan aksi-aksi kekerasan, radikalisme, atau terorisme yang
dilakukannya.
“Tuhan
Yang Maha Kuasa, tidak butuh dibela siapapun dan tidak ingin nama-Nya digunakan
untuk meneror orang," sebut dokumen itu, seperti dilihat NU Online dari
laman humanfraternitymeeting.com, Selasa (5/2).
Secara
garis besar, dokumen yang ditandatangani dua tokoh besar lintas agama itu
berupaya mendorong agar manusia lintas iman di seluruh dunia memiliki hubungan
yang lebih kuat, berdampingan, dan saling menghargai.
Dalam
pidatonya sebelum menandatangani deklarasi itu, Syekh Al-Thayyeb juga meminta
kepada umat Islam agar merangkul umat Kristen di Timur Tengah. Menurut dia,
umat Kristen adalah ‘rekan’ umat Islam di dalam konteks kehidupan
bernegara.
“Saya
ingin Anda tidak menggunakan istilah 'minoritas'. Anda bukan minoritas. Anda
adalah warga negara dalam semua konteks. Mari kesampingkan istilah itu. Anda
adalah warga negara dengan hak penuh,” kata Syekh Al-Thayyeb.
Di
samping itu, Syekh Al-Thayyeb menyerukan kepada umat Islam di negara-negara
Barat untuk mengintegrasikan dirinya ke dalam masyarakat dan menghargai hukum
setempat. Namun demikian, di saat bersamaan Syekh Al-Thayyeb berpesan agar umat
Islam di Barat juga mempertahankan identitas diri sebagai seorang Muslim.
Sementara
Paus Fransiskus menegaskan bahwa kekerasan atas nama Tuhan tidak bisa
dibenarkan. Paus juga menekankan pentingnya nilai pendidikan untuk mengurangi
kekerasan dan konflik di dunia ini.
credit : http://www.nu.or.id/post/read/102208/isi-dokumen-yang-ditandatangani-grand-syekh-al-azhar-paus-tuhan-tidak-perlu-dibela

Comments
Post a Comment